MEMAKNAI KEDERMAWANAN

# MEMAKNAI KEDERMAWANAN
Ust. Aan Chandra Thalib

Raghib Al-Ashbahani -rahimahullah- mengatakan:

الجود جودان, جود بما في اليد وجود عما في يد غيرك وهو أعظمها

Kedermawanan itu ada dua macam:
Kedermawanan dengan memberi apa yang ada di tangan kita. Dan kedermawanan berupa upaya menahan diri dari apa yang ada di tangan orang lain,  itulah (kedermawanan) yang paling besar.

(Adz-Dzari’ah: 122)

Catatan:

Seringkali kedermawanan dimaknai dengan memberi, memberi dan memberi. Dan saat kita tidak memiliki sesuatu untuk diberi, kita lantas merasa tidak bisa berderma. Padahal disana ada kedermawanan yang lain, yaitu kedermawanan hati.

Kerdermawanan jenis ini lebih dikenal dengan istilah qana’ah, merasa cukup dengan pembagian Allah dan tak memendam ketamakan pada apa yang di miliki orang lain.

Lalu mengapa Ar-Raghib menilainya sebagai kedermawanan yang paling besar..?

Karena disana ada pertarungan antara prinsip qana’ah yang kita pilih dan kemauan hati yang selalu menginginkan apa yang dimiliki orang lain. Ini jauh lebih sulit dari sekedar memberi.

Jadi.. Bila Allah memberi kita kelebihan, maka berbagilah dengan orang lain. Bila tidak, maka tahanlah diri dari sifat  meminta-meminta dan tamak terhadap apa yang dimiliki orang lain. Dengan begitu kita sudah dianggap berderma.

Kesimpulannya, dengan atau tanpa materi saya dan anda tetap bisa berderma.

_____________
Jeddah 21/03/1436 H
ACT  El Gharantaly

Posted by Abu Hamzah Suparwan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s