QAIDAH CINTA

QAIDAH CINTA
“Kau kuhalalkan atau kulepaskan”

Begitulah kaidah cinta seorang mukmin yang menghormati kesucian cinta.
Tegas dan tak kenal basa-basi.
Dia menyadari bahwa tak ada cinta yang halal sebelum ia terikat dalam ikatan suci pernikahan.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
“Tidak ada penawar yg lebih manjur bagi dua insan yg saling mencintai kecuali pernikahan“ (HR. Muslim)

Sahabat…
Takdir cinta akan selalu Indah pada masanya. Engkau hanya perlu bersabar dalam penantian dan pencarian, hingga Allah membawamu pada orang yang tepat diwaktu yang tepat.
Tetaplah diatas jalan petunjuk-Nya, sekalipun ia terasa panjang.
Jangan tergesa-gesa lalu berbelok menempuh jalan pintas.
Tunggulah sampai ia mekar..
Memetiknya sebelum mekar sama dengan melawan kodrat syar’i-Nya.

Jadi.. Katakan tidak untuk pacaran.

اتَّقِ اللَّهَ ولا تَفُضَّ الْخَاتَمَ إلا بِحَقِّهِ
“Bertakwalah kepada Allah, dan jangan pecahkan cincin kecuali dengan haknya”.(HR. Bukhori)
___________________
Madinah 09-01-1437 H
ACT El-Gharantaly

Posted by Abu Hamzah Suparwan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s