PANDAI MEMILIH SHAHABAT

” PANDAI MEMILIH SHAHABAT ” ( Bag.1 )

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ       
Saudaraku kaum muslimin… Dalam kehidupan ini, tidak mungkin kita hidup menyendiri… kita membutuhkan pendamping, shahabat dan tetangga… tentu kita ingin pendamping, shahabat dan tetangga kita adalah orang yang membimbing dan mengarahkan kita kepada kebaikan, jika kita berbuat salah… Ketahuilah! Hewan-hewan saja bisa memberikan pengaruh terhadap watak seseorang jika dia sering bersamanya. Padahal hewan-hewan tersebut tidak bisa berbicara. Apalagi jika yang sering bersamanya adalah orang yang bisa berbicara, tentu pengaruhnya akan semakin besar.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:

“Kesombongan dan keangkuhan terdapat pada penggembala-penggembala (yang meninggikan suaranya terhadap hewan-hewan) dari kalangan penggembala-penggembala unta. Sedangkan ketenangan terdapat pada penggembala kambing.” (HR Bukhari 3499 dan Muslim 187)

Saudaraku seiman, pandai-pandailah dalam memilih teman!

Janganlah berteman kecuali dengan orang-orang mu’min yang shalih lagi taat beragama. Sebab, teman cepat atau lambat akan memberi warna dan pengaruh terhadap diri kita. Karena itu barangsiapa berteman dekat dengan orang shalih, niscaya ia akan terpengaruh dengan keshalihannya. Sebaliknya barangsiapa berteman dengan orang fasik niscaya ia akan terpengaruh dengan kefasikannya. Betapa banyak orang yang shalih lambat laun meninggalkan kebaikan yang pernah ia miliki, berubah menjadi orang yang lalai, jahat lagi gemar berbuat dosa. Semua itu disebabkan pengaruh teman-teman yang buruk di sekelilingnya…

Teman-teman yang shalih akan membantu kita dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban, menjaga hak-hak orang lain serta menjauhkan kita dari keburukan. Dengan demikian teman berperan besar dalam membantu kita untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

Sebaliknya teman yang buruk hanya akan membawa bencana dan kerugian yang besar. Bukankah Abu Thalib, paman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terhalang mengucapkan kalimat tauhid disebabkan pengaruh teman-teman yang jahat?

Jangan jadikan orang jahil / bodoh sebagai temanmu!!! ( bersambung )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s