NASEHAT UNTUK PENGUSAHA MUSLIM

(*) UNTAIAN NASEHAT UNTUK PENGUSAHA MUSLIM (*)

Bismillah. Islam merupakan agama yang sempurna, mencakup segala aspek kehidupan manusia serta membawa rahmat bagi alam semesta. Diantara bukti kesempurnaannya, Islam menganjurkan umatnya agar berbisnis atau mencari nafkah demi kelangsungan hidupnya di dunia ini.

» Di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Al-Miqdam radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallambersabda:

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ ، وَإِنَّ نَبِىَّ اللَّهِ دَاوُدَ – عَلَيْهِ السَّلاَمُ – كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ

“Tidaklah seseorang menyantap makanan yang lebih baik daripada ia menyantap makanan dari hasil jerih payahnya sendiri. Dan sesungguhnya Nabi Daud ‘alaihis salam biasa makan dari hasil usahanya sendiri.” (Shahih: Shahihul Jami’ no:5546 dan Fathul Bari IV/303 no: 2072).

» Dan diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya seseorang di antara kamu mencari seikat kayu bakar, lalu dipanggul di atas punggungnya itu lebih baik daripada ia meminta-minta kepada orang lain, bisa jadi ia diberi ataupun ditolak.” (Shahih: Shahihul Jami’us
Shaghir no: 7069, Fathul Bari IV/303 no: 2074, Tirmidzi II/94 no: 675, dan Nasa’i V/96).

Di antara kesempurnaannya pula, Islam memberikan bimbingan kepada para pengusaha muslim tata cara dan adab-adab dalam melakukan bisnis atau perdagangan agar tidak melanggar aturan-aturan Allah dan Rasul-Nya. Sehingga mereka diharapkan dapat memperoleh rezki yang halal dan diberkahi, dan bisa terhindar dari penghasilan yang haram dan terlarang.

Berikut ini kami akan sebutkan beberapa nasehat Allah dan Rasul-Nya di dalam Al-Quran dan As-Sunnah kepada para pengusaha muslim dalam menjalankan suatu bisnis:

1. Hendaknya Mempelajari dan memahami fiqih bisnis terlebih dahulu sebelum terjun ke medan bisnis.

Setiap pengusaha muslim sepatutnya mempelajari dan memahami ilmu tentang bisnis (fiqih jual beli) agar ia mampu membedakan antara praktek bisnis yang halal dan yang haram, yang haq dan yang batil, dan bisa selamat dari hal-hal terlarang seperti dusta, menipu dan riba.

» Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata: “Seorang pedagang
apabila tidak mengerti tentang hukum-hukum jual beli, niscaya ia akan terjerumus ke dalam riba, lalu ia terjerumus lagi dan terjerumus lagi, dst”.

» Diriwayatkan dari Umar bin Khathab radhiyallahu ‘anhu, bahwa ia mengeluarkan setiap pedagang yang tidak paham tentang fiqih jual beli dari pasar seraya berkata, “Tidak diperkenankan berdagang di pasar-pasar kaum muslimin bagi siapa saja yang tidak memahami hukum riba (macam-macam dan bentuk-bentuknya)”.

» Imam Malik bin Anas rahimahullah pernah memerintahkan hal serupa dengan apa yg dilakukan oleh Umar bin Khathab. Beliau perintahkan demikian agar setiap pedagang muslim tidak terjerumus ke dalam praktek riba dan menjerumuskan kaum muslimin ke dalamnya.

2. Jadilah Pedagang Yang Jujur.

Hal ini karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

اَلتَّاجِرُ الصَّدُوْقُ الْأَمِيْنُ مَعَ النَّبِيِّيْنَ
وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ

“Pedagang yang selalu jujur lagi amanah akan bersama para nabi, orang-orang yang senantiasa jujur, dan orang-orang yang mati syahid.” (HR. At-Tirmidzi, dan ia berkata, “Hadits ini hasan” dan syaikh Al-Albani menetapkannya sebagai hadits shahih lighairihi).

Dan sabdanya pula:

إِنَّ التُّجَّارَ يُبْعَثُوْنَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ فُجَّارًا إِلاَّ مَنِ اتَّقَى وَبَرَّ وَصَدَقَ

“Sesungguhnya para pedagang akan dibangkitkan pada hari kiamat sebagai orang-orang yang jahat, kecuali pedagang yang bertakwa (kepada Allah), selalu berbuat baik dan jujur.” (HR. At-Tirmidzi dan ia berkata, “Hasan Shahih”. Dan syaikh Al-Albani menetapkannya sebagai hadits shahih lighairihi).

Dan dengan menetapi kejujuran dalam jual beli akan menyebabkan datangnya keberkahan dari Allah, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

‏الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا، فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا فِى بَيْعِهِمَا، وَإِنْ كَذَبَا وَكَتَمَا مُحِقَتْ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا

“Dua orang yang melakukan transaksi jual beli mempunyai hak memilih (antara melanjutkan atau membatalkan transaksi itu) selama mereka belum berpisah. Jika mereka jujur dan menjelaskan (aib barangnya), niscaya mereka berdua diberi berkah dalam jual belinya, dan (sebaliknya) jika mereka menyembunyikan (aib barangnya) dan berdusta, niscaya berkah jual beli mereka dihapuskan.” (HR. Bukhari dan Muslim, dari Hakim bin Hizam radhiyallahu ‘anhu).

(BERSAMBUNG, in syaa ALLAH)

@mwasitho

(*) Blog Dakwah Sunnah, KLIK:
http://abufawaz.wordpress.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s