DZIKIR DI RAMADHAN

DZIKIR DI RAMADHAN
1. Dzikir Ketika Melihat Hilal

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melihat hilal beliau membaca,

اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالإِِيمَانِ ، وَالسَّلامَةِ وَالإِِسْلامِ ، رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ

[Ya Allah, tampakkan bulan itu kepada kami dg membawa keberkahan & keimanan, keselamatan dan Islam. Rabbku dan Rabbmu (wahai bulan sabit) adalah Allah]” (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Ad Darimi. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan hasan li ghairihi)

2. Ucapan Ketika Dicela atau Diganggu Orang Lain

فَإِنْ سَابَّكَ أَحَدٌ أَوْ جَهُلَ عَلَيْكَ فَلْتَقُلْ : إِنِّي صَائِمٌ ، إِنِّي صَائِمٌ

“Apabila ada seseorang yg mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, [Aku sedang puasa, aku sedang puasa]“.” (HR. Ibnu Majah dan Hakim. Syaikh Al Albani; mengatakan ini shohih). An Nawawi mengatakan, “Termasuk yg dianjurkan adlh jika seseorang dicela oleh org lain atau diajak berkelahi ketika dia sedang berpuasa, mk katakanlah “[Aku sedang puasa, aku sedang puasa]“, sebanyak dua kali atau lebih.(Al Adzkar,183)

3. Do’a Ketika Berbuka

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

[Rasa haus telah hilang & urat-urat telah basah, & pahala telah ditetapkan insya Allah]” (HR. Abu Daud. Syaikh Al Albani; ini hasan)

4. Do’a Kepada Orang yg Memberi Makan dan Minum

أَللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِى وَأَسْقِ مَنْ أَسْقَانِى

[Ya Allah, berilah ganti makanan kpd org yg memberi makan kepadaku dan berilah minuman kpd org yg memberi minuman kepadaku] (HR. Muslim no. 2055)

5. Do’a Ketika Berbuka Puasa di Rumah Orang Lain

Ketika disuguhkan makanan oleh Sa’ad bin ‘Ubadah, beliau mengucapkan,

أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُونَ وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ الأَبْرَارُ وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ الْمَلاَئِكَةُ

[Orang2 yg berpuasa berbuka di tmpt kalian, orang2 yg baik menyantap makanan kalian dan malaikat pun mendo’akan agar kalian mendapat rahmat].” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan shahih)

6. Do’a Setelah Shalat Witir

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa pd saat witir membaca surat “Sabbihisma Robbikal a’laa” (surat Al A’laa), “Qul yaa ayyuhal kaafiruun” (surat Al Kafirun), & “Qul huwallahu ahad” (surat Al Ikhlas). Kemudian setelah salam beliau mengucapkan

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

tiga kali dan beliau mengeraskan suara pada bacaan ketiga. (HR. Abu Daud dan An Nasa-i. Syaikh Al Albani; ini shahih)

Juga di akhir witirnya;

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لاَ أُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

[Ya Allah, aku berlindung dg keridhoan-Mu dari kemarahan-Mu, dan dg kesalamatan-Mu dari hukuman-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian dan sanjungan kepada-Mu, Engkau adalah sebagaimana yg Engkau sanjukan kepada diri-Mu sendiri]. (HR. Abu Daud, Tirmidzi, An Nasa-i dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani; ini shahih)

7. Do’a di Malam Lailatul Qadar

Sangat dianjurkan untuk memperbanyak do’a pada lailatul qadar, dari Aisyah. Beliau radhiyallahu ‘anha berkata, “Katakan padaku wahai Rasulullah, apa pendapatmu, jika aku mengetahui suatu malam adalah lailatul qadar. Apa yg aku katakan di dlmnya?” Beliau menjawab, “Katakanlah:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ  تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

[Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia yg menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku].” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani; shahih)

Oleh:Muhammad Abduh Tuasikal
http://www.muslim.or.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s