Menjaga Lisan

# MENJAGA LISAN #
Ust. Rochmad supriyadi LC

Menjaga lisan bisa dilakukan dg menahan ucapan dari yg tdk manfaat, dan memperhitungkan apakah ucapannya nanti akan membawa kepada keberuntungan di dunia maupun di akhirat, jika tdk membawa keberuntungan maka hendaknya dikekang dan ditahan.

Bahkan lisan merupakan gambaran apa yg ada didalam hati, sebagaimana berkata Yahya ibnu Mu’adz ; ” Hati merupakan bejana yg akan menumpahkan isi yg ada didalamnya, sedangkan lisan adalah lubang jalan keluarnya, maka lihatlah seseorang tatkala bicara, lisan nya akan menumpahkan isi hati nya, bisa jadi manis, pahit, jernih lagi dingin, dan seterus nya, dan senantiasa menuangkan isi hatinya dengan gerakan lisan nya”. HR Abu Nuaim.

Berkata Anas,” Tidaklah lurus iman seorang hamba hingga lurus hati nya, dan tak akan lurus hati seorang hamba hingga lurus lisan nya “. HR Ahmad.

Nabi صلى الله عليه وسلم ditanya tentang perbuatan yg paling banyak mengantarkan kedalam neraka maka menjawab صلى الله عليه وسلم ,” Lisan dan farji “. HR Tirmidy.

Mu’adz pernah bertanya kepada Nabi صلى الله عليه وسل م tentang amalan yg memasukkan kedalam surga dan menjauhkan dari neraka maka Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda ,” Jaga darimu lisan ini “. Kemudian Mu’adz bertanya kembali ,’ apakah kita akan bertanggung jawab dari lisan ini ? Maka Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda ,” Ya, kelak manusia akan ditelungkupkan didalam neraka lantaran hasil dari buah bibir nya”. HR Tirmidy.

Merupakan hal yg aneh, manusia mampu menjaga diri dari memakan haram, mencuri, minum khomer, berzina, dan sulit bagi nya menjaga lisan, bahkan seseorang terpandang dalam agama, zuhud, rajin ibadah ia merasa sulit untuk mengekang lisan, hinga terucap satu kalimat yg tanpa sadar menyeret kejurang neraka lebih jauh antara timur dan barat.

Sebagai contoh apa yg diriwayatkam imam Muslim dalam sohih nya, dari hadist Jundub ibnu Abdillah, berkata Nabi صلى الله عليه وسلم ,” berkata seseorang, ‘Demi Allah sifulan tidaklah dimaafkan Allah ‘. Maka Allah berkata,” Siapa yg berani berbuat lancang kepada-KU bahwa Aku tdk mengampuni fualan ?? Sungguh Aku telah ampuni fulan dan Aku gugurkan amal nya (orang yg lancang) “…

Lihatlah, orang ini ahli ibadah sepanjang masa, akan tetapi dengan satu kalimat seluruh amalnya sirna dalam sekejab…

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,” Sesungguhnya seorang hamba berbicara satu kalimat yg diridhoi Allah, tanpa ia sadari Allah angkat baginya beberapa derajat, dan seorang hamba berkata satu ucapan, tanpa ia sadari membawa murka Allah, hingga ia dilemparkan ke jurang neraka “. HR Bukhary Muslim

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s