Hadits 74. Tidur membatalkan wudlu

Hadits ke 74. Bulughul maram
# Tidur membatalkan wudlu #
Ust. Badrusalam LC

80- وَعَنْ مُعَاوِيَةَ t قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ r { الْعَيْنُ وِكَاءُ السَّهِ, فَإِذَا نَامَتْ اَلْعَيْنَانِ اِسْتَطْلَقَ اَلْوِكَاءُ } رَوَاهُ أَحْمَدُ, وَالطَّبَرَانِيُّ وَزَادَ { وَمَنْ نَامَ فَلْيَتَوَضَّأْ }
وَهَذِهِ اَلزِّيَادَةُ فِي هَذَا اَلْحَدِيثِ عِنْدَ أَبِي دَاوُدَ مِنْ حَدِيثِ عَلِيٍّ دُونَ قَوْلِهِ: { اِسْتَطْلَقَ اَلْوِكَاءُ } وَفِي كِلَا الْإِسْنَادَيْنِ ضَعْف ٌ () .

Hadits 74.
Dari Mu’awiyah radliyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Mata adalah pengikat dubur, apabila dua mata tertidur, maka pengikat itu akan terbuka.” HR Ahmad dan Ath Thabrani, dan beliau menambahkan: “Siapa yang tidur, hendaklah ia berwudlu.”

Dan Abu Dawud meriwayatkan dari ibnu Abbas secara marfu’: “Sesungguhnya wudlu itu hanyalah bagi orang yang tidur berbaring.”

Derajat hadits:
Hadits Mu’awiyah dihasankan oleh Syaikh Al Bani dalam misykatul mashobih no 315.

Hadits Ali juga hasan, dihasankan oleh imam Nawawi, al mundziri, ibnu sholah dan syaikh Al Bani dalam irwa-ul ghalil no 113.

Hadits ibnu Abbas didla’ifkan oleh Bukhari, AhmadN Tirmidzi juga syaikh Al Bani dalam dla’if jami’ no 4619.

Fawaid hadits:
Hadits ini menunjukkan bahwa tidur membatalkan wudlu secara mutlak. Tidak ada bedanya antara tidur dalam keadaan tidur maupun dalam keadaan duduk.

by Abu Hamzah Suparwan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s