Hadits 71. Bolehnya memegang mushaf ketika berhadats

Hadits 71. Bulughul maram

# bolehnya memegang mushaf ketika berhadats #
Ust. Badrusalam LC

Dari Abdullah bin Abi Bakr, bahwa dalam surat yang ditulis oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Amru bin Hazm: “Janganlah memegang Al Qur’an kecuali orang suci.” HR Malik secara mursal, dan disambung oleh An Nasai dan ibnu Hibban, dan ia ma’lul.

Derajat hadits:
Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Bani dalam shahih jami’ ash shaghier no 13738.

Fawaid hadits:
1. Hadits ini dijadikan dalil tidak boleh orang yang berhadats memegang al qur’an, terutama wanita haidl dan junub.

Namun kata: “suci” mempunyai banyak makna:
A. Suci dari najis.
B. Suci dari hadats besar.
C. Suci dari hadats kecil.
D. Seorang muslim juga suci, sebagaimana disebutkan dalam hadits: “Sesungguhnya muslim itu tidak najis.”
Dan makna makna ini tidak diketahui mana yang dimaksud dari hadits di atas.

Kaidah mengatakan: “Sebuah dalil bila mempunyai beberapa makna yang sama kuatnya, maka ia gugur menjadi dalil.”

Dan tidak ada satupun hadits yang shahih dan sharih yang melarang wanita haidl dan junub untuk memegang mushhaf.

Kesimpulannya bahwa boleh memegang mushaf bagi orang yang berhadat kecil maupun besar, karena tidak adanya dalil yang melarang.

Wallahu a’lam

by Abu Hamzah Suparwan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s