Hadits 68. Mimisan membatalkan wudlu ?

Hadits 68. Bulughul maram

# Mimisan membatalkan wudlu ? #
Ust. Badrusalam LC

Dari Aisyah radliyallahu ‘anha, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Siapa yang muntah, atau mimisan, atau olab, atau madzi, hendaklah ia keluar dari shalat dan berwudlu kemudian melanjutkan shalat, dan ia lakukan itu dalam keadaan tidak berbicara.” HR Ibnu Majah dan dilemahkan oleh Ahmad.

Derajat hadits:
Hadits ini lemah karena dari dua sisi:

1. Periwayatan Isma’il bin Ayyasy dari penduduk Hijaz adalah lemah. Dan di sini ia meriwayatkan dari ibnu Juraij.

2. Para perawi tsiqat lainnya menyelisihi Isma’il bin Ayyasy. Mereka meriwayatkan dari ibnu Juraij dari ayahnya secara mursal. Dan inilah yang benar. Maka periwayatan yang marfu’ adalah munkar.

Fiqih hadits:
Karena hadits ini lemah, maka tidak dapat dijadikan hujjah. Dan madzhab yg menganggap batal wudlu karena mimisan adalah madzhab yg lemah.
Yang kuat adalah yang dipegang oleh imam Malik dan Syafi’i, bahwa ia tidak membatalkan wudlu. Dan ini adalah pendapat mayoritas shahabat sebagaimana yang dikatakan oleh Al Baghawi.

Namun disunnahkan berwudlu karena muntah, berdasarkan hadits Abu Darda bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah muntah lalu berwudlu. HR Ahmad dan Tirmidzi.

Syaikhul islam ibnu Taimiyah berkata, “Disunnahkannya berwudlu dari berbekam dan muntah dan yang sama dengannya adalah cukup kuat”.
(Lihat taudlihul ahkam 1/339).

by Abu Hamzah Suparwan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s