Hadits 62. istihadloh pembatal wudlu

Hadits 62. Bulughul maram

# istihadloh pembatal wudlu #
Ust. Badrusalam LC

Dari Aisyah radliyallahu ‘anha berkata, “Fathimah bintu Abi Hubaisy datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku adalah wanita yang terkena istihadlah sehingga tidak suci, haruskah aku meninggalkan shalat ?” Beliau bersabda, “Tidak, ia hanyalah berasal dari urat dan bukan haidl. Apabila haidlmu telah datang, tinggalkan shalat. Dan apabila telah selesai, cucilah darahmu kemudian shalatlah.” Muttafaq ‘alaih.
Dan dalam riwayat Bukhari, “Kemudian berwudlulah untuk setiap kali shalat.”

Fawaid hadits:
1. Keluarnya darah dari kemaluan membatalkan wudlu. Maka wajib berwudlu bagi wanita istihadlah setiap kali hendak shalat.

2. Darah istihadlah bukan haidl, maka tetap wajib shalat, puasa dan lainnya walaupun darahnya terus mengalir, juga diperbolehkan jima’.

3. Wajibnya mencuci darah haidl.

4. “Cucilah darahmu” maksudnya darah haidl. Ini menunjukkan darah istihadlah tidak najis, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak menyuruhnya mencucinya.

Wallahu a’lam

by Abu Hamzah Suparwan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s