Hadits 61. Bab Pembatal Pembatal wudlu. # Tidur termasuk pembatal wudlu #

Bab Pembatal Pembatal wudlu.
Hadits 61.

# Tidur termasuk pembatal wudlu #
Ust. Badrusalam LC

Dari Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu berkata,”Dahulu, para shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menunggu Isya sampai kepala mereka terkantuk-kantuk. Kemudian mereka shalat tanpa berwudlu lagi.” HR Abu Dawud dan dishahihkan oleh Ad Daroquthni dan asalnya ada dalam shahih Muslim.

    Fawaid hadits:
    1. Disunnahkan menunggu shalat ke shalat di masjid, dan pahalanya sangat besar di sisi Allah.

    2. Terjadi perselisihan diantara para ulama apakah tidur membatalkan wudlu atau tidak?
    Yang rajih adalah membatalkan wudlu. Dasarnya hadits: “Siapa yang tidur hendaklah ia berwudlu”. HR Ahmad.
    Juga berdasarkan hadits yg telah berlalu yg menyamakan tidur dengan buang air besar dan kecil.
    Adapun hadits ini dibawa kepada makna mengantuk yang merupakan pendahuluan tidur.

    Wallahu a’lam.

    by Abu Hamzah Suparwan

    Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s