Hadits 57 dan 58. Mencabut khuff bila janabat

Hadits 57 dan 58. Bulughul maram

# Mencabut khuff bila janabat #
Ust. Badrusalam LC

Dari Tsauban radliyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengirim pasukan dan menyuruh mereka utk mengusap sorban dan khuff”. HR Ahmad, Abu Dawud dan dishahihkan oleh Al Hakim.

Derajat hadits.
Ibnu hajar rahimahullah berkata: “Sanadnya terputus, dan didla’ifkan oleh Al Baihaqi. Al Bukhari berkata: “Tidak shahih”.

Hadits 58.
Dari Umar radliyallahu ‘anhu secara mauquf, dari Anas secara marfu’: “Apabila seseorang dari kamu berwudlu dan memakai dua khuffnya, hendaklah ia mengusapnya dan sholat memakainya, dan tidak mencabutnya semau dia kecuali dari janabat”. HR Ad Daroquthni dan Al Hakim menshahihkannya.

Derajat hadits.
Hadits ini dianggap syadz oleh sebagian ulama, karena bersendirian padanya Asad, namun Asad ini di mutaba’ah oleh Abdul Ghoffar dan Asad sendiri tsiqah, jadi hadits ini shahih dan dishahihkan oleh Syaikh Al Bani dalam shahih Jami’ no 447.

Fawaid hadits:
1. Disyari’atkannya memakai khuff sebagaimana telah dijelaskan.

2. Wajibnya mencabut khuff ketika janabat, dan semua hadats besar.

3. Kata: “semaunya” menunjukkan boleh lebih dari tiga hari tiga malam bagi musafir. Namun kemutlakan hadits ini diikat dengan hadits lain yang memberikan waktu bagi musafir tiga hari tiga malam, dan bagi muqim sehari semalam.

Wallahu a’lam.

by Abu Hamzah Suparwan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s