Hadits 5. Bab Najis

Berkata imam Asy Syaukani rahimahullah: “Bab II. Najis
Fasal pertama: hukum najis.

Syarah:
Najis adalah segala sesuatu yang dianggap jijik oleh fitrah sehat dan menjaga diri darinya serta mencucinya apabila tertimpa olehnya.

Najis ada dua:
1. Najis hissiy yaitu najis yang teraba oleh panca indra, seperti kencing, tinja, dsb.
2. Najis maknawi, yaitu najis yng berupa keyakinan, seperti firman Allah: “Sesungguhnya kaum musyrikin itu najis”. Artinya najis keyakinannya.

Kemudian asy Syaukani menyebutkan benda-benda yang najis, beliau berkata: “yaitu kotoran manusia dan kencingnya kecuali kencing bayi laki-laki, air liur anjing, kotoran keledai, darah haidl, daging babi, dan selain itu masih diperselisihkan”.

Syarah:
– Dalil najisnya kotoran manusia: hadits Abu Sa’id, Nabi bersabda: “Apabila seseorang dari kamu datang ke masjid, hendaklah ia membalikkan sendalnya dan memeriksa, jika ada padanya kotoran, hendaklah ia usap ke tanah dan shalat dengan memakai sendal”.

– Dalil najisnya kencing:
Hadits Abu Hurairah tentang orang arab badui yang masuk ke masjid dan kencing di masjid, lalu Nabi menyuruh menyiramnya dengan seember air”. (HR Bukhari).

– kencing bayi laki-laki masuk dalam najis yang ringan, karena Nabi hanya memercikinya saja, beliau bersabda: “Air kencing bayi perempuan dicuci dan air kencing bayi laki-laki diperciki”.

by Abu Hamzah Suparwan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s