Hadits 4. Air musta’mal

#FIQIH#
Berkata imam Asy Syaukani rahimahullah: “..dan tidak ada bedanya. Antara air musta’mal dan air ghair musta’mal.

Syarah:
Terjadi ikhtilaf dikalangan ulama. tentang hukum air musta’mal. Yang rajih ia adalah suci dan mensucikan, dan ini adalah pendapat Ali bin Abi Thalib, ibnu Umar, Abu Umamah, yang masyhur dari madzhab Malik, suatu riwayat dari imam Asy Syafi’I, Ahmad, ibnu Hazm, ibnul Mundzir dan dipilih oleh syaikhul islam ibnu Taimiyah.

Dalil-dalilnya:
1. Pada asalnya air itu suci mensucikan, tidak dianggap najis kecuali dgn dalil.

2. Para shahabat menggunakan bekas air wudlu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dari Abu Juhaifah bahwa Rasulullah keluar di waktu siang, lalu di bawa air wudlu, maka orang-orang mengambil bekas wudlu beliau dan mengusapkannya ke badan mereka.
Al Hafidz ibnu Hajar berkata: “padanya terdapat dalil yang terang sucinya air musta’mal (fathul baari 1/353).

3. Hadits ibnu Abbas, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mandi dengan air bekas mandi Maimunah.

4. Ibnul Mundzir berkata: “Dalam ijma’ ulama yang menyatakan bahwa tetesan air wudlu yang jatuh dari badan orang yang mandi dan. berwudlu, menjadi dalil sucinya air musta’mal, dan apabila ia suci, maka tidak ada alasan untuk melarang berwudlu dengannya dengan tanpa hujjah”. (Al Ausath 1/288).

by Abu Hamzah Suparwan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s