Hadits 3. Tidak ada bedanya air yang banyak & sedikit

Berkata imam Asy Syaukani rahimahullah: “..dan tidak ada bedanya antara air yang banyak dan air yang sedikit..”.

Syarah:

Para ulama berbeda pendapat tentang batasan air banyak dan sedikit, sebagian mengatakan bahwa air banyak itu 10 hasta x 10 hasta, sebagian berkata bahwa air banyak itu bila berada dalam kolam besar yg apabila digerakan ujungnya maka ujung sebelahnya tidak bergerak dsb, imam Asy Syaukani berkata: “Ada beberapa pendapat ulama dalam penentuan batasan banyak dan sedikit, namun semuanya tidak berdasarkan dalil”. (Nailul authar 1/30).

Berkata imam Asy Syaukani rahimahullah: “..dan tidak ada bedanya antara air yang melebihi dua qullah atau kurang darinya”.

Hadits: apabila air telah sampai dua qullah maka tidak membawa najis”. Dishahihkan oleh syaikh Al Bani dalam irwa-ul ghaliil (23).

Berdasarkan hadits ini sebagian ulama berpendapat bahwa air apabila kurang dari dua qullah dan terkena najis maka ia menjadi najis walaupun tidak berubah rasa atau warna atau baunya.

Karena manthuq (teks) hadits ini menyatakan bahwa apabila air telah dua qullah ia tidak membawa najis, dan mafhumnya (konteks) menunjukkan apabila kurang dari itu maka membawa najis.

Namun mafhum hadits ini bertabrakan dengan manthuq hadits: “Air itu thahuur, dan tidak dinajiskan oleh sesuatupun”. Dan kaidah mengatakan: apabila manthuq suatu hadits bertabrakan dengan mafhum hadits lain maka yang di dahulukan adalah manthuq.

Maka yang kuat adalah apa yg dikatakan oleh imam Asy Syaukani bahwa air kurang dari dua qullah apabila terkena najis tapi tidak berubah warna atau bau atau rasanya maka ia tidak najis, dan sebaliknya bila air lebih dari dua qullah lalu terkena najis dan merubah warna atau bau atau rasanya maka ia menjadi najis.

Dan batasan dua qullah, yang shahih adalah berdasar qullah hajar (sekitar 200 liter), dan berdasarkan hadits ketika nabi mi’raj dan melihat sidratul muntaha beliau mensifati: “ternyata qullahnya seperti qullah hajar”. Dan tentunya Nabi menyebutkan qullah tsb karena itu yg biasa digunakan oleh para shahabat.

by Abu Hamzah Suparwan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s