Hadits 25. Sucinya Mani

Hadits 25. Bulughul maram

# Sucinya Mani #
Ust. Badrusalam LC

Dari Aisyah berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mencuci mani, kemudian keluar menuju shalat dengan memakai baju tersebut, dan aku melihat bekas cuciannya”. Muttafaqun ‘alaih.

Dalam riwayat Muslim: “Aku mengeriknya dari baju Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu beliau shalat memakainya”.

Dan dalaam lafadz Muslim juga: “Aku mengerik (mani) yang telah kering di bajunya dengan kukuku”.

Fawaid hadits:
1. Sucinya air mani, karena Aisyah tidak mencucinya, tapi hanya mengeriknya.

2. Adapun hadits yg menyebutkan mencuci mani, tidak menunjukkan kenajisan mani, karena sama dengan ingus, bila kena ingus, kita cuci bukan karena najisnya, tapi karena menjijikan. Dan ini hanya menunjukkan sunnah saja.

3. Istri yang shalihaat adalah yang melayani suaminya dengan baik.

4. Ibnul Mulaqqin berkata: “hadits ini dijadikan dalil oleh sebagian ulama bahwa cairan lembab dari kemaluan wanita (keputihan) tidak najis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s