BAGAIMANA KURBAN BAGI ORANG YG SUDAH MENINGGAL?

BAGAIMANA KURBAN BAGI ORANG YG SUDAH MENINGGAL?

Oleh
Ustadz Kholid Syamhudi

Menjawab pertanyaan diatas, berikut kami bawakan pendapat Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, yg kami ambil dari kitab Ahkam Al-Adhahi wal Dzakaah, dg beberapa tambahan referensi lainnya.

Pada asalnya, kurban disyari’atkan bagi org yg masih hidup, sebagaimana Rasulullah & para shahabat telah menyembelih kurban untuk dirinya & keluarganya. Adapun persangkaan org awam a&ya kekhususan kurban untuk org yg telah meninggal, maka hal itu tidak ada dasarnya.

Kurban bagi org yg sudah meninggal, ada tiga bentuk.

[1]. Menyembelih kurban bagi org yg telah meninggal, namun yg masih hidup disertakan. Contohnya, seorg menyembelih seekor kurban untuk dirinya & ahli baitnya, baik yg masih hidup & yg telah meninggal dunia.

Demikian ini boleh, dg dasar sembelihan kurban Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk dirinya & ahli baitnya, & diantara mereka ada yg telah meninggal sebelumnya. Sebagaimana tersebut dalam hadits shahih yg berbunyi.

“Artinya : Aku menyaksikan bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat Id Al-Adha di musholla (tanah lapang). Ketika selesai khutbahnya, beliau turun dari mimbarnya. Lalu dibawakan seekor kambing & Rasulullah menyembelihnya dg tangannya langsung & berkata : “Bismillah wa Allahu Akbar hadza anni wa amman lam yudhahi min ummati” (Bismillah Allahu Akbar, ini dariku & dari umatku yg belum menyembelih) [1]. Ini meliputi yg masih hidup atau telah mati dari umatnya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata : “Diperbolehkan menyembelih kurban seekor kambing bagi ahli bait, isteri-isterinya, anak-anaknya & org yg bersama mereka, sebagaimana dilakukan para sahabat” [2] Dasarnya ialah hadits Aisyah, beliau berkata.

“Artinya : Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta seekor domba bertanduk, lalu dibawakan untuk disembelih sebagai kurban. Lalu beliau berkata kepa&ya (Aisyah),
*
“Wahai , Aisyah, bawakan pisau”, kemudian beliau berkata : “Tajamkanlah (asahlah) dg batu”. Lalu ia melakukannya. Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabil pisau tersebut & mengambil domba, lalu menidurkannya & menyembelihnya dg mengatakan : “Bismillah, wahai Allah! Terimalah dari Muhammad & keluarga Muhammad & dari umat Muhammad”, kemudian menyembelihnya” [Riwayat Muslim]

[2]. Menyembelih kurban untuk org yg sudah meninggal, disebabkan tuntunan wasiat yg disampaikannya. Jika demikian, maka wajib dilaksanakan sebagai wujud dari pengamalan firman Allah.

“Artinya : Maka barangsiapa yg mengubah wasiat itu setelah ia mendengarnya, maka sesungguhnya dosanya adalah bagi org2 yg mengubahnya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” [Al-Baqarah : 181]

Dr Abdullah Ath-Thayaar berkata : “Adapun kurban bagi mayit yg merupakan wasiat darinya, maka ini wajib dilaksanakan walaupun ia (yg diwasiati) belum menyembelih kurban bagi dirinya sendiri, karena perintah menunaikan wasiat” [3]

[3]. Menyembelih kurban bagi org yg sudah meninggal sebagai shadaqah terpisah dari yg hidup (bukan wasiat & tidak ikut yg hidup) maka inipun dibolehkan.

Para ulama Hambaliyah (yg mengikuti madzhab Imam Ahmad) menegaskan bahwa pahalanya sampai ke mayit & bermanfaat baginya dg menganalogikannya kepada shadaqah. Ibnu Taimiyyah berkata : “Diperbolehkan menyembelih kurban bagi org yg sudah meninggal sebagaimana diperolehkan haji & shadaqah untuk org yg sudah meninggal. Menyembelihnya di rumah & tidak disembelih kurban & yg lainnya di kuburan” [4]

Foote Note
[1]. Hadits shahih diriwayatkan Abu Dawud & At-Tirmdzi.
[2]. Majmu Al-Fatawa (23/164)
[3]. Dr Abdullah bin Muhammad Ath-Thayar, Ahkam Al-Idain wa Asyara Dzilhijjah, cetakan Pertama Tahun 1413H Daar Al-Ahimah, Riyadh KSA, hal. 72
[4]. Majmu Al-Fatawa (26/306)

Demikian tentang hokum kurban bagi yg sudah meninggal, dg sedikit editan.

http://almanhaj.or.id/content/2291/slash/0

by Abu Hamzah Suparwan

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s